Jumat, 07 Oktober 2011

TEKNIK MENENTUKAN LOKASI DAN LAYOUT

BAB I
TEKNIK MENENTUKAN LOKASI DAN LAYOUT
A. Pengertian Lokasi dan Layout
untuk menjalankansuatu kegiatan suatu usaha diperlukan tempat usaha yang dikenal dengan lokasi. Lokasi ini penting baik sebagai tempat menjalankan aktivitas yang melayani konsumen (nasabah/pelanggan, aktivitas produksi, aktivitas peyimpanan, ataupun untuk mengendalikan kegiatan perusahaan secara keseluruhan.
Lokasi merupakan tempat melayani komsumen, dapat pula diartikan sebagai tempat untuk memajangkan barang-barang dangangannya. Komsumen dapat melihat langsung barang yang diproduksi atau dijual berbagai jenis, jumlah maupun harganya. Demikian dapat pula diartikan sebagai tempat untuk memajangkan barang-barang dangangannya. Komsumen dapat melihat langsung barang yang diproduksi atau dijual berbagai jenis, jumlah maupun harganya. Demikian dapat pula diartikan sebagai tempat untuk memajangkan barang-barang dangangannya. Komsumen dapat melihat langsung barang yang diproduksi atau dijual berbagai jenis, jumlah maupun harganya. Dengan demikian, komsumen dapat lebih mudah memilih dan bertransaksi atau melakukan pembelanjaan terhadap produk yang akan ditawarkan secara lansung.
Sebagai tempat produksi, lokasi digunakan untuk memproduksi atau menghasilkan produk baik barang ataupun jasa. Lokasi ini kita kenal dengan nama pabrik. Dalam lokasi ini aktivitasnya jelas, mulai dari proses kedatangan bahan baku, pengelahan, sampai dengan pengiriman ke komsumen atau ke gudang.
Sebagai tempat mengendalikan aktivitas perusaahaan, lokasi juga berfungsi sebagai tempat pertemuan antara berbagai pihak yang berkepentingan terhadap perusahaan. terhadap perusahaan. Lokasi ini kita kenal dengan nama kantor pusat. Kantor pusat digunakan sebagai tempat membuat perencanaan untuk berbagai kegiatan, melakukan pengendalian atau pengontrolan terhadap semua aktivitas usaha, serta membuat laporan usaha kepada berbagai pihak. Kantor pusat juga memiliki wewenang untuk memutuskan sesuatu yang memiliki nilai srategis.
Lokasi untuk menyimpan barang, jasa, atau sebagai tempat untuk menyimpan hasil usaha dikenal dengan nama gudang. Gudang digunakan sebagi tempat untuk menyimpan bahan baku, barang setengah jadi, atau barang jadi.
Beragam lokasi yang dapat dimiliki perusahaan disesuaikan pula dengan kebutuhan perusahaan. Pendirian suatu lokasi harus memikirkan nilai pentingnya karena akan menimbulkan biaya bagi perusahaan. Penentuan suatu lokasi juga harus tepat sasaran karena lokasi yang tepat akan memberikan berbagai keuntungan bagi perusahaan, baik dari segi finansial maupun nonfinansial. Keuntungan yang diperoleh dengan lokasi yang tepat antara lain :
1. Pelayana yang diberikan kepada komsumen dapat lebih memuaskan;
2. Kemudahan dalam memperoleh tenaga kerja yang diinginkan baik jumlah maupun kualifikasinya;
3. Kemudahan dalam memperoleh bahan baku atau bahan penolong dalam jumlah yang diingikan secara terus-menerus;
4. Kemudahan untuk memperluas lokasi usaha karena biasanya sudah diperhitungkan untuk usaha perluasan lokasi sewaktu-waktu;
5. Memiliki nilai atau harga yang ekonomi yang lebih tinggi di masa yang akan dating;
6. Meminimalkan terjadinya konflik terutama dengan masyarakat dan pemeritah setempat.
Di samping lokasi perusahaan, perlu juga di pikirkan tata letak sebagai tempat melakukan kegiatan usaha. Tata letak ini dikenal dengan nama loyout. Loyout yang perlu dilakukan adalah terhadap gedung, baik pakir, bentuk gudang, atau lainnya yang berkaitan dengan tersebut. Kemudian, loyout ruangan berserta isinya, kursi, meja lemari, mesin, peralatan dan .sebangainya.
Penetuan loyout juga perlu dilakukan secara cermat dengan mempertimbangkan berbagai factor, seperti keamanan, kenyamanan, keindahan, efisiensi, biaya, fleksibilitas dan pertimbangan lainnya.
Dengan adanya loyout akan diperoleh berbagai keuntungan sebangai berikut :
1. Ruang gerak untuk beraktivitas dan pemeliharaan memadai. Artinya suatu ruangan didesian sedemikian rupa sehinga tidak terkesan sumpek. Kemudian, loyout juga harus memudahkan untuk melakukan pemeliharaan ruangan atau gedung.
2. Pemakaian ruangan menjadi efisien. Artinya pemakaian ruangan harus dilakukan secara optimal, jangan sampai ada ruangan yang menganggur atau tidak terpakai karena hal ini akan menimbulkan biaya bagi perusahaan.
3. Aliran material menjadi lancar, artinya jika lanyout dibuat secara benar sehingga produksi menjadi tepat waktu dan tepat sasaran.
4. Lanyout yang tepat memberikan keindahan, kenyamanan, kesehatan dan keselamatan kerja yang lebih baik sehingga memberikan motivasi yang tinggi kepada kariyawan. Disamping itu, pelanggan atau komsumen pun betah berbelanja atau berurusan dengan perusahaan.
B. Jenis-jenis Lokasi
Seperti dijelaskan sebelumnya bahwa lokasi digunakan untuk berbagai keperluan perusahaan. Pemilihan lokasi tergatung dari jenis kegiatan usaha atau investasi yang dijalankan. Setiap perusahaan paling tidak memiliki paling tidak memiliki empat lokasi yang dipertimbangkan sesuai keperluan perusahaan, yaitu :
1. Lokasi kontor pusat;
2. Lokasi untuk pabrik;
3. Lokasi untuk gudang;
4. Lokasi untuk kantor cabang.
Kantor pusat merupakan lokasi untuk mengendalikan kegiatan operasional cabang-cabang. Semua laporan kegiatan dan pengambilan keputusan dilakukan dikantor ini. Kantor pusat juga digunakan untuk mengendalikan seluruh aktivitas cabang-cabang usaha. Lokasi untuk kantor pusat biasanya di ibu kota Negara atau provinsi.
Lokasi pabrik merupakan lokasi yang digunakan untuk memperoses atau memproduksi barang atau jasa. Lokasi ini biasanya didirikan dengan berbagai pertimbangan, apakah mendekati bahan baku, mendekati pasar, sarana dan prasarana, atau tranportasi.
Lokasi gudang merupakan tempat penyimpanan barang milik perusahaan baik untuk barang-barang yang masuk maupun barang yang keluar. Lokasi gudang biasanya di daerah pergudangan. Hal ini dilakukan karena lokasi di sekitar kawasan pergudangan terkenal aman dan memiliki sarana dan prasarana yang lengkap.
Lokasi cabang merupakan lokasi untuk kegiatan usaha perusahaan dalam melayani komsumennya. Lokasi ini juga digunakan untuk memajangkan hasil produksi atau berbagai jenis barang yang dijual. Letak lokasi cabang biasanya dekat dengan pasar atau konsumen.
C. Pertimbangan Penentuan Lokasi
Pentuan lokasi harus dilakukan dengan pertimbangan yang matang. Kesalahan dalam menentukan lokasi akan berakibat fatal bagi suatu usaha. Kerugian yang diderita perusahaan sangatlah besar. Oleh karena itu, prioritas untuk menentukan lokasi sebelum ditetapkan perlu perlu dianalisis secara baik.
Prioritas utama untuk menganalisis masalah lokasi adalah penentuan tujuan untuk lokasi jenis apa, apakah untuk kantor pusat, lokasi cabang, lokasi pabrikah penentuan tujuan untuk lokasi jenis apa, apakah untuk kantor pusat, lokasi cabang, lokasi pabrik atau lokasi gudang. Masing-masing lokasi memiliki pertimbangan sendiri, misalnya apakah lokasi harus dekat dengan konsumen atau bahan baku. Lokasi yang sulit dijangkau konsumen akan sangat berbahaya bagi kehidupan perusahaan. Demikian pula lokasi yang terlalu jauhdari bahan baku akan menabahah beban biaya, baik biaya transportasi maupun biaya lainnya. Oleh karena itu, penentuan lokasi harus tepat sasaran dengan berbagai pertimbangan.
Secara umum pertimbangan untuk menentukan lokasi adalah sebagai berikut :
1. Jenis usaha yang dijalankan;
2. Dekat dengan konsumen atau pasar;
3. Dekat dengan bahan baku;
4. Ketersediaan tenaga kerja;
5. Sarana dan prasarana (tranportasi, listrik dan air);
6. Dekat lembaga permeritahan;
7. Dekat dengan lembaga keuangan;
8. Berada di kawasan industry;
9. Kemudahan untuk melakukan ekspansi atau perluasan;
10. Kondisi adat istiadat, budaya dan sikap masyarakat setepat;
11. Hukum yang berlaku di wilayah setempat;
12. Dan pertimbangan lainnya.
Untuk lokasi kantor pusat pertimbangan utamanya adalah berada di ibukota Negara atau propinsi yang tentunya dekat dengan pusat pemerintahan dan lembanga keuangan, tersedia sarana dan prasarana, serta dekat dengan pasar.
Sementara itu, pertimbangan khusus untuk lokasi pabrik paling tidak ada dua factor penentu, yaitu :
1. Faktor Utama (primer)
Pertimbangan utama dalam penentuan lokasi pabrik adalah :
a. Dekat dengan pasar;
b. Dekat dengan bahan baku;
c. Tersedia tenaga kerja, baik jumlah maupun kualifikasi yang diinginkan;
d. Terdapat fasilitas pengangkutan seperti jalan raya, kereta api, pelabuhan laut, pelabuhan udara;
e. Tersedia sarana dan prasarana seperti listrik;
f. Sikap masyarakat;
2. Faktor Sekunder
Pertimbangan sekunder dalam penentuan lokasi pabrik adalah;
a. Biaya untuk investasi di lokasi seperti biaya pembelian tanah atau pembangunan gedung;
b. Prospek perkembangan harga atau kemajuan di lokasi tersebut di masa yang akan dating;
c. Kemungkinan untuk perluasan lokasi;
d. Terdapat fasilitas penunjang lain seperti pusat perbelajaan atau perumahan;
e. Iklim dan tanah;
f. Masalah pajak dan peraturan pemburuhan di daerah setempat.
Kemudian, pertimbangan untuk lokasi gudang yang umum dilakukan adalah sebagai berikut :
1. Di kawasan industri;
2. Dekat dengan pasar;
3. Dekat dengan bahan baku;
4. Tersedia saran dan prasarana;
5. Transportasi.
D. Pertimbangan Penentuan Layout
Layout merupakan proses penentuan bentuk dan penempatan fasilitas yang dapat menentukan efisiensi produksi atau operasi. Perancangan layout berkenaan dengan produk, proses, sumber daya manusia, dan lokasi.
1. Kapasitas dan tempat yang dibutuhkan
Mengetahui jumlah perkerja, mesin dan peralatan yang dibutuhkan akan memudahkan kita mengetahui kapasitas yang dibutuhkan untuk menentukan layout dan penyediaan tempat atau ruangan untuk setiap komponen tersebut.
2. Peralatan untuk menangani material atau bahan
Maksud peralatan untuk menangani material atau bahan adalah alat yang digunakan dalam operasi perusahaan. Layout juga sangat tergantung pada jenis material atau bahan yang dipakai, misalnya Derek dan kereta otomatis untuk memindah bahan.
3. Lingkungan dan estetika
Keputusan layout juga harus didasarkan pada lingkungan dan estetika. Tujuannya adalah agar ada keleluasaan dan kenyamanan tempat kerja, seperti penentuan jendela dan sikulasi udara ruang.
4. Arus informasi
Layout juga harus mempertimbangkan arus informasi. Pertimbangan terhadap cara untuk memindahkan informasi atau melakukan komunikasi perlu dibuat sebaik mungkin.
5. Biaya perpindahan antara tempat kerja yang berbeda
Pertimbangan di sini lebih ditekankan pada tingkat kesulitan pemindahan alat dan bahan.

Pertimbangan penentuan layout secara umum didasarkan pada situasi sebagai berikut.
1. Posisi tetap
Posisi layout jenis ini ditujukan pada proyek yang tidak mungkin memindahkan produknya karena ukuran, bentuk atau hal-hal lain. Jadi, produk tetap berada ditempat, sedangkan peralatan dan tenaga kerja yang mendatangi produk. Contohnya gedung, pembuatan kapal.
2. Orientasi proses
Layout jenis ini didasarkan pada proses produksi barang atau pelayanan jasa. Biasanya layout jenis ini dapat secara bersamaan menangani suatu produk atau jasa yang berbeda, misalnya rumah sakit. Process layout (fungcional layout), merupakan jenis layout dengan menempatkan mesin-mesin atau peralatan yang sejenis atau mempunyai fungsi yang sama dalam suatu kelompok atau suatu ruangan. Contohnya untuk industry tekstil semua mesin pemotong dikelompokkan dalam suatu area atau semua mesin pemotong dikelompokkan dalam satu area. Jenis layout ini biasanya untuk usaha job order (sesuai pesanan)
3. Tata Letak Kantor
Layout jenis ini berkaitan dengan layout posisi perkeja, peralatan kerja, tempat yang digunakan untuk perpindahan informasi. Jika semua permindahan informasi diselesaikan dengan telepon atau alat telekomunikasi, masalah layout akan sangat mudah, tetapih jika perpindahan orang dan dokumen dilakukan secara alamiah, layout perlu di pertimbangkan dengan matang.
4. Tata Letak Gudang
Layout ini lebih ditujukan pada efisiensi biaya penanganan gudang dan memaksimalkan pemanfaatan ruangan gudang. Tujuan layout ini adalah untuk memperoleh optimum tradeoff antara biaya penanganan dan ruang gudang.
5. Tata Letak Produk
Layout jenis ini mencari pemanfaatan personal dan mesin yang terbaik dalam produksi yang berulang-ulang dan berlanjut atau kontinu. Biasanya layout ini cocok apabila proses produksinya telah distandardisasikan serta diproduksi dalam jumlah yang sangat besar. Setiap produk akan melewati tahapan operasi yang sama dari awal sampai akhir. Contohnya, perakitan mobil atau sepeda motor.

Factor-faktor yang menjadi pertimbangan dalam menentukan layout peralatan pabrik adalah :
1. Produk yang dihasilkan, apakah barang tahan lam atau tidak, produk yang dihasilkan berbentuk barang atau jasa;
2. Kebutuhan tehadap ruangan;
3. Urutan produksi, mulai dari proses mentah, setengah jadi, sampai barang jadi;
4. Jenis dan berat peralatan serta mesin yang akan digunakan;
5. Aliran bahan baku;
6. Udara di ruangan, seperti sinar, pendingin, atau kebisingan suara;
7. Kemudahan pemeliharaan;
8. Fleksibilitas (kemudahan berpindah-pindah).
Secara umum tujuan yang hendak dicapai dalam penentuan lokasi dan layout adalah :
1. Agar perusahaan dapat menentukan lokasi yang tepat, baik untuk lokasi pabrik, gudang, cabang, maupu kantor pusat :
2. Agar perusahaan dapat menentukan layout yang sesuai dengan proses produksi yang dipilih sehingga dapat memberikan efisiensi;
3. Agar perusahaan dapat menentukan teknologi yang paling tepat dalam menjalankan produksinya;
4. Agar perusahaan dapat menentukan metode persediaan yang paling baik untuk dijalankan sesuai dengan bidang usahanya;
5. Agar dapat menentukan kualitas tenaga kerja yang dibutuhkan sekarang dan di masa yang akan datang.
BAB II
PASAR DAN PEMASARAN
A. Pengertian Pasar
Pertanyaan pertaman yang harus di jawab jika mau menjalankan usaha adalah apakah pasar yang akan dimasuki ada atau tidak. Jika ada, pertanyaan kedua adalah apakah pasar yang ada sekarang. Pertanyaan yang ketiga adalah bagaimana kondisi persaingan yang ada, baik jumlah maupun kekuatan dan kelemahannya. Pertanyaan terakhir adalah bagai mana cara memasuki pasar tersebut.
Untuk menjawab pertanyaan di atas, terlebih dahulu perlu dilakukan penelitian atau riset pasar. Penelitian pasar dapat dilakukan dengan berbagai cara, yaitu :
1. Melakukan survei dengan terjun langsung kepasar untuk melihat kondisi pasar yang ada (jumlah pembeli dan pesaing);
2. Melakukan wawancara dengan berbagai pihak yang diangap memang peranan penting (misalnya kepada calon pesaing secara diam-diam);
3. Menyebarkan kuesioner ke berbagai calon komsumen untuk mengetahui keinginan dan kebutuhan konsumen saat ini (termasuk untuk mengetahui jumlah komsumen, daya beli, dan selera mereka);
4. Menawarkan produk dengan pemasangan iklan, seolah-olah barangnya sudah ada (untuk melihat respon komsumen dengan cara pembeli harus inden lebih dulu).
Jika jawabannya pasar ada, jumlahnya cukup besar, dan kondisi persaingannya cukup kondusif atau relatif kecil, perusahaan layak masuk keindustri tersebut. Selanjutnya perusahaan harus memasang strategi untuk memasuki pasar dan memenangkan persaingan yang ada.

Namun, sebelum masuk lebih jauh tentang pasar, ada baiknya dipahami dulu pengertian tentang
Pasar dan seluk seluk-beluk yang berkaitan dengan pasar.
Secara sederhan pasar dapat diartikan sebagai tempat bertemunya para penjual dan pembeli untuk melakukan transaksi. Pengertian ini mengandung arti pasar memiliki tempat atau lokasi tertentu sehingga memungkinkan pembeli dan penjual bertemu. Di dalam pasar ini terdapat penjual dan pembeli untuk melakukan transaksi jual beli produk, baik barang maupun jasa.
Pengertian lain tentang pasar adalah himpunan pembeli nyata dan pembeli potensial atau suatu produk. Pasar dapat juga diartikan sebagai suatu mekanisme yang terjadi antara pembelidan penjual atau tempat pertemuan antara kekuatan-kekuatan permintaan dan penawaran.
Pasar nyata adalah himpunan komsumen yang mempunyai minat, pendapatan dan akses pada suatu produk atau jasa tertentu. Dalam pasar nyata biasanya konsumen pasti melakukan transaksi karena konsumen didukung dengan minat dan keinginan untuk membeli serta memiliki pendapatan atau akses. Sementara itu, ada kelompok lain yang memiliki minat, tetapih tidak di dukung oleh akses dan pendapatan. Namun, suatu saat apabila telah memiliki pendapatan da nada akses, mereka akan membeli. Kelompok ini disebut sebagai pasar pontesial.
Perbedaan antara kedua pasar ini sangat jelas. Jika dalam pasar nyata, pembeli memiliki minat atau keinginan untuk membeli dengan didukung oleh kemampuan maupun akses dan pendapatan. Sementara itu, dalam pasar pontesial pembeli hanya memiliki minat, namun tidak didukung oleh kemampuan maupun akses untuk membeli, namun memiliki peluang untuk membeli di masa yang akan datang apabila memiliki pendapatan dan akses.
Pengertian pasar lainnya adalah bahwa pembeli dan penjual tidak harus bertemu disuatu tempat untuk melakukan transaksi, tetapi cukup melalui sarana elektronik, seperti telepon, faksimil, atau melalui internet. Dalam pengertian diatas, pasar memiliki lokasi atau tempat tertentu sehingga memukinkan pembeli dan penjual bertemu untuk melakukan transaksi. Namun, dalam pergertian ini pasar dapat terjadi di sembarang tempat melalui berbagai sarana dan prasarana yang ada saat ini.
Pengetahuan kita harus lengkap terutama tentang basarnya pasar yang ada sekarang dan di masa yang akan datang. Dalam hal ini maksudnya adalah jumlah pembeli dan calon pembeli (pelangan) serta keinginan dan kebutuhan calon pelangan. Kemudian, jumlah pesaing dengan ukuran kekuatan masing-masing, kuat, sedang atau lemah. Terakhir adalah bagaimana cara menyerap pasar yang ada melalui strategi pemasaran yang tepat.
Sebagai contoh sederhana, jika ingin mendirikan rumah makan di suatu lokasi, langkah pertama yang harus dilakukan adalah menghitung calon pelangan yang akan makan di rumah makan tersebut. Caranya adalah hitung jumlah masyarakat (dan jumlah kariyawan) yang ada diradius 1 Km dari lokasi (misalnya ada 1.000 karyawan). Kemudian, lalu lintas di sekitar lokasi cukup ramai atau tidak. Begitu juga bagaimana selera makan mereka, apakah makanan tertentu atau umum ( untuk ini dapat dilakukan kuesioner). Selain itu, survei juga jumlah rumah atau selera yang sama dengan yang direncanakan. Terakhir, atur strategi yang akan dilakukan nantinya.
Contoh lain jika ingin mendirikan SPBU (pom bensin), untuk mengetahui besarnya pasar, harus dilakukan survei terlebih dulu jumlah kendaraan yang lewat atau lalu lalang di sekitar lokasi yang akan dibuka. Survei sebaiknya dilakukan selama dua puluh empat jam. Dari survei tersebut dapat dilihat pada saat jam berapa kendaraan yang lalu lalang paling padat. Selain itu, perlu juga diketahui jenis-jenis kendaraan yang lewat (solar atau bensin). Barulah kemudian kita hitung jumlah pesaing yang ada pada radius tertentu untuk kesemua arah.
B. Pengertian Pemasaran
Dalam dunia usaha pasar dan prasarana merupakan dua sisi yang tidak dapat dipisahkan satu sama lainnya. Pasar dan pemasaran memiliki tinggkat keuntungan yang tinggi dan saling memengaruhi satu sama lainnya. Pasar tampa pemasaran tidak ada artinya, demikian pula sebaliknya . dengan kata lain, setiap ada kegiatan pasar selalu diikuti oleh pemasaran dan setiap kegiatan pemasaran adalah untuk mencari atau menciptakan pasar.
Pengertian pemasaran seperti yang dikemukakan oleh ahli pemasaran dunia yaitu Philip Kotler adalah :
“suatu proses sosial dan majerial dengan mana individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan cara menciptakan serta mepertukarkan produk dan nilai dengan pihak lain.”
Dari pengertian ini dapat dikatakan bahwa pemasran adalah usaha untuk memenuhi keinginan dan kebutuhan konsumen melalui penciptaan suatu produk, baik barang maupun jasa yang kemudian dibeli oleh mereka yang memiliki kebutuhan melalui suatu pertukaran.
Pengertian pemasaran yang hampir sama dengan pengertian di atas adalah upaya untuk menciptakan dan menjual produk kepada berbagai pihak dengan maksud tertentu. Pemasaran berusahaan menciptakan dan mempertukarkan produk baik barang maupu jasa kepada komsumen di pasar. Penciptaan produk tersebut didasarkan pada kebutuhan dan keinginan pasar.
Konsume yang menginginkan dan membutuhkan suatu produk adalah individu (perorangan) atau kelompok tertentu (industri). Kelompok pasar terdiri dari beberapa jenis sebagai berikut :
1. Pasar konsumen
Pasar konsumen adalah pasar dimana individu dan rumah tangga dapat membeli atau memperoleh barang dan jasa untuk dikomsumsi sendiri.
2. Pasar industrial
Pasar industry adalah pasara di mana pihak-pihak (perusahaan) yang membeli barang dan jasa untuk mengambil untung.
3. Pasar reseller
Pasar reseller adalah suatu pasar yang terdiri dari individu dan organisasi yang melakukan penjualan kembali barang dan jasa untuk mendapatkan keuntungan.
4. Pasar pemerintah
Pasar pemerintah adalah pasar yang terdiri dari unit-unit pemerintah yang membeli atau menyewa barang dan jasa untuk melaksanakan fungsi utama pemerintah, baik pusat maupu daerah.

Perlu diingat bahwa kegiatan pemasaran tidak hanya monopoli perusahaan yang berorientasi profit seprti yang selama ini terjadi. Dewasa ini bahkan badan usaha sosial seperti yayasan yang sudah mulai menggunakan pemasaran dalam rangka memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumennya.
C. Permintaan dan penawaran
Dalam kegiatan pemasaran terhadap interaksi antara penjual dan pembeli suatu barang atau jasa melalui penawaran. Pembeli menginginkan barang atau jasa melalui suatu permintaan. Sementara itu, penjual menawarkan barang atau jasa yang disebut dengan penawaran. Kegiantan ini akan terjadi selama pihak-pihak yang terlibat dapat melakukan tugasnya dengan baik. Untuk itu, perlu di pahami pengertian antara permintaan dan penawaran secara jelas faktor-faktor yang memengaruhi keduanya.
Permintaan adalah keinginan yang di dukung daya beli dan akses untuk membeli. Permintaan akan terjadi apabila didukung oleh kemampuan (keuangan) yang dimiliki seorang komsumen untuk membeli. Kemampuan tersebut diukur dari tingkat pendapatan yang dimiliki. Akses untuk memperoleh barang atau jasa yang ditawarkan juga sngat menetukan permintaan itu sendiri, terutama masalah masalah lokasi yang mudah dijangkau atau pihak perusahaan melakukan saluran distribusi secara benar. Permintaan juga dapat diartikan jumlah barang atau jasa yang diminta komsumen pada berbangai tingkat harga pada suatu waktu tertentu.
Ada beberapa faktor yang memengaruhi permintaan suatu barang atau jasa, yaitu :
1. Harga barang itu sendiri;
2. Harga barang lain yang memiliki hubungan (barang pengganti atau barang pelengkap);
3. Pendapatan;
4. Selera;
5. Jumlah penduduk;
6. Dan faktor khusus (akses).

Penawaran adalah jumlah barang atau jasa yang ditawarkan produksen pada berbagai tingkat harga pada suatu waktu tertentu. Artinya produksen atau penjual menawarkan barangnya kepada komsumen dengan tingkat harga tertentu. Sama halnya dengan permintaan, penawaran suatu barang juga mempengaruhi oleh faktor, yaitu :
1. Harga barang itu sendiri;
2. Harga barang lain yang memiliki hubungan (barang pengganti atau barang perlengkapan);
3. Teknologi yang digunakan;
4. Harga imput (ongkos produksi);
5. Tujuan perusahaan;
6. Dan faktor khusus (akses).
D. Segmentasi pasar, pasar sasaran, dan posisi pasar
Dalam kenyataan, pasar yang ada dalam dunia usaha terdiri dari berbagai kelompok pembeli. Oleh karena itu, pengusaha harus pandai menentukan segmen mana yang akan dimasuki. Pengusah.a juga harus pandai menetapkan pasar-pasar produknya di antara produk-produk pesaing.
Segmentasi pasar adalah membagi-bagi pasar menjadi beberapa pasar menjadi beberapa kelompok pembeli berbeda pula. Segmentasi pasar perlu dilakukan mengingat di dalam suatu pasar terdapat banyak pembeli yang berbeda keinginan dan kebutuhannya. Karena setiap perbedaan memiliki pontesi untuk menjadi pasar tersedinri.
Dalam melakukan segmentansi pasar, ada beberapa variabel yang harus diperhatikan. Tujuannya adalah agar segmentasi yang telah dilakukan tepat sasaran. Kesalahan dalam menentukan varaibel segmen akan menyebabkan gagalnya sasaran yang ingin dicapai. Variabel untuk melakukan segmentasi terdiri dari sementasi pasar konsumen dan segmentasi pasar industrial.
Menurut Philip kotler, variabel utama untuk melakukan segmentasi pasar konsumen adalah sebagai berikut.
1. Segmentasi berdasarkan geografik, terdiri dari :
a. Bangsa,
b. Provinsi,
c. Kabupaten,
d. Kecamatan,
e. Iklim.
Artinya pembagian pasar dilakukan hanya melayani atau menjual produk kepada bangsa atau Negara tertentu, atau hanya dijual di propinsi terntu.
2. Segmentasi berdasarkan demografik, terdiri dari :
a. Umur,
b. Jenis kelamin,
c. Ukuran keluarga,
d. Daur hidup keluarga,
e. Pendapatan,
f. Perkejaan,
g. Pendidikan,
h. Agama,
i. Ras,
j. Kebangsaan.
Artinya, pembagian pasar dilkukan hanya dengan melayani atau menjual produk kepada umur tertentu (misalnya susu untuk bayi), jenis kelamin (liptik untuk wanita), agama (halal untuk islam dan tidak halal untuk non-isalam), dan seterusnya.
3. Segmentsi berdasarkan psikografik, terdiri dari :
a. Kelas sosial,
b. Gaya hidup,
c. Karakteristik keperbadian.
Artinya, pembagian pasar dilakukan hanya denganmelayani atau menjual produk kepada pihak-pihak tertentu (orang kaya) atau untuk kaum yang sering berubah (gaya) tertentu.
4. Segmentasi berdasarkan perilaku, terdiri dari :
a. Pengetahuan,
b. Sikap,
c. Kegunaan,
d. Tanggapan terhadap suatu produk.
Artinya, pembagian pasar dilakukan hanya dengan melayani atau menjual produk kepada pihak-pihak tertentu (orang yang memiliki pengetahuan luas dan rasional) atau untuk kaum yang peduli terhadap hal-hal tertentu.

Variabel utama untuk melakukan segmentasi pasar industrial adalah sebagai berikut.
1. Segmentasi berdasarkan demografik terdiri dar :
a. Jenis industry,
b. Besar perusahaan,
c. Lokasi perusahaan.
2. Karakteristik pengoperasian terdiri dari :
a. Teknologi yang difokuskan,
b. Status pengguna (berat, sedang, atau ringan),
c. Kemampuan pelanggan.
3. Pendekatan pembeli, terdiri dari :
a. Organisasi berfungsi pembeli,
b. Sifat hubungan yang ada,
c. Struktur kekuatan,
d. Kebijakan pembeli umum,
e. Kriteria.
4. Karakteristik personal industri, terdiri dari :
a. Kesamaan pembeli,
b. Sikap terhadap resiko,
c. Kesetian.
5. Faktor situasional, terdiri dari :
a. Urgensi,
b. Penguna khusus,
c. Besarnya pesanan.
Perlu diperhatiakan bahwa penentuan segmentasi yang benar dan tepat penting agar perusahaan tidak salah untuk memasuki pasar yang diinginkan. Hal yang paling utama adalah penentuan jumlah dan pertumbuhannya dalam penetapan pasar sasaran.
Setelah segmentasi pasar selesai dilakukan, terdapat beberapa segmen yang diangap pontesial untuk digarap. Menetapkan pasar sasaran berakti mengevaluasi keaktifan setiap segmen, kemudian memilih salah satu dari segmen pasar atau lebih untuk dilayani.
Menetapkan pasar sasaran dapat dilakukan dengan cara mengembangkan ukuran-ukuran dan daya tarik segmen, kemudian memilih segmen sasaran yang diinginkan. Berikut.
1. Evaluasi segmen pasar
a. Ukuran dan pertumbuhan segmen antara lain data tentang penjualan terahir (dalam rupiah), proyeksi laju pertumbuhan, dan margin laba dari setiap segmen.
b. Sruktural segmen yang menarik dilihat dari segi profitabilitas. Segmen kurang menarik jika terdapat pesaingyang kuat dan agresif. Perlu juga diperhatikan ancaman dari produk pengganti (substitusi).
c. Sasaran dan sumber daya perusahaan perlu di perhatikan, di antaranya energy yang dimiliki perusahaan, yaitu kertersedian sumber daya manusia dan keterampilan yang dimilikinya.
2. Memilih segmen yaitu menentukan satu atau lebih segmen yang dimiliki nilai tinggi bagi perusahaan, segmen mana dan berapa banyak yang dapat dilayani.
a. Pemasaran serba sama, yaitu melayani semau pasar dan tawaran pasar tidak ada perbedaan. Perlu dicari apa yang sama dalam kebutuhan konsumen. Biasanya produk seperti permen dapat di pasarkan untuk semua orang. Keuntungan pemasaran serba sama adalah dapat lebih menghemat biaya.
b. Pemasaran serba aneka yaitu merancang tawaran untuk semua pendapat, tujuan, atau keperbadian. Pemasaran jenis ini seperti beda desain untuk industri mobil. Pasar ini memerlukan biaya tinggi.
c. Pemasaran terpadu, khusus untuk sumber daya manusia yang terbatas.

Langkah selanjutnya setelah penetapan pasar sasaran adalah menentukan posisi pasar. Posisi pasar diupayakan di lokasi yang kompetitif untuk produk atau suatu pasar. Kegiatan ini dilakukan setelah menentukan segmen mana yang akan dimasuki, untuk itu ditentukan pula posisi mana ingin ditempati dalam segmen tersebut.
Posisi produk adalah bagaimana suatu produk yang didefinisikan oleh komsumen atas dasar atribut-atributnya. Sebagai contoh :
- Sabun Luxi posisikan sabun sebagai sabun kecantikan;
- Sabun Lifebuoy diposisikan sebagai sabun keluarga;
- Sabun Ekonomis diposisikan sebagai sabun cuci.
Penentuan posisi pasar tidak dapat dilakukan secara sembarangan, tetapih perlu pertimbangan, tetapi perlu pertimbangan yang matang. Kesalahan dalam menentukan posisi pasar akan berakibat fatal bagi produk. Penentuan posisi pasar ini juga bertujuan untuk mengarahkan konsumen seprti yang diharapkan.
Penentuan posisi pasar dapat dilakukan berdasarkan :
1. Atribut (yaitu harga murah atau mahal);
2. Kesempatan penggunaan (berfungsi sebagai minuman energi atau minuman turun panas);
3. Kelas pengguna (sampo khusus bagi orang dewasa atau untuk anak-anak);
4. Lansung menghadapi pesaing (memosisikan kami yang namor satu atau yang terbaik);
5. Kelas produk (sabun kecantikan atau sabun kesehatan)
Untuk memilih dan menentukan posisi pasar, srategi yang dapat digunakan adalah :
1. Mengidentifikasi keungulan kompetitif yang mukin memberikan nilai yang terbesar dengan cara mengadakan perbedaan, yaitu :
- Diferensiasi produk,
- Diferensiasi jasa,
- Diferensiasi personil,
- Diferensiasi citra;
2. Memilih keunggulan kompetitif yang tepat:
- Beberapa banyak perbedaan dipromosikan,
- Perbedaan mana yang dipromosikan;
Mewujudkan dan mengomunikasikan posisi dipilih.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar